PENTINGNYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS UNTUK KERJA DIMASA DEPAN SUKU WITA DAN WAYA DOB.OKIKHA

Jakarta_25/3/2017

Foto bersama kordinator bandung & jakarta Dob.Okikha Ibukota kurulu,himpunan mahasiswa okikha.


diam dalam keheningan, pikiran dan hati semakin terbuka, melihat akan seperti apa masa depan negri okikha ini nantinya.  

Pentingnya peningkatan keterampilan berfikir kritis untuk kerja di masa depan suatu suku wita dan waya yang berpegang pada nilai adat istiadat,budaya dan lingkungan alam semesta.   Apa pun yang kita lakukan hal yang baik untuk masa depan suku wita dan waya. Jagan Kita terombak ambik oleh suatu sistem & terjatuh dalam sistem moderen, yang disini kesana yang disana kesini.  Dimana kita akan letakan kepunyaan nilai hidup adat,budaya,dan segala kepunyaan suku wita dan waya, Siapa pengemudi,pemangku,masa depan Dob Okikha Ibukota kurulu.

Tiga hal yang tidak mungkin terulang : waktu, kesempatan, dan kenangan.

Saat ini kita bisa melihat dinamika realita yang terjadi ini, suku wita dan waya  sudah dibeli oleh mereka pemilik modal dan penguasa birokrasi.
Suku wita dan waya dibeli dan sudah dipromosikan  dalam bentuk kelompok atau suku  oleh pemilik modal, untuk kepentingan-kepentingan politik yang merugikan suku wita dan waya ini.

Hentikan adegan-adegan yang dapat mengilusi suku wita dan waya dan yang membuatnya tidak tau berkebun,berternak,berburuh dan melestarikan kebudayaan yang ada. Sudah berkali-kali suku wita dan waya  merasa tertipu dan selalu ditipu. Bangun kembali kebudayaan,kesukuan, dan melestarikan adat istiadat.

Mari kita membangun Daerah Otonomi Baru Okikha Ibukota Kurulu, dengan cintah kasih terhadap alam Okikha, suku wita dan waya Okikha, adat istiadat Okikha,hinga kebudayaan yang dimiliki oleh suku wita dan waya.
Mawel_

ALAM OKIKHA ADALAH DOAKU

Jakarta_23/03/2017

ALAM OKIKHA ADALAH DOAKU

Makna-makna kehidupan manusia dan alam banyak misteri,manusia mestinya harus dekat dengan alam, jiKalou manusia itu tidak dekat dengan alam, kita hidup dimana.?  Jika manusia hidup dialam mesti manusia dekat dengan alam.  Tujuan Hadirnya Dob Okikha Ibukota Kurulu,  memberi perlindungan terhadap  keakraban manusia kepada, alam,adat,kesukuan,hinga budaya, hinga masa depan generasi suku wita dan waya itu sendiri generasi kegenerasi yang akan datang nantinya.

Tentunya alam sekitar memberi butiran-butiran makna kehidupan manusia itu sendiri,
Manusia di dalam dirinya ada tiga tingkatan:
Badan  : alam materi
Jiwa      : alam immateri
Roh.      : alam roh
Moyang telah mengetahui Alam materi Tua mereka keniscayaan, ada gerak, jiwa bukan materi, jiwa immateri. Namun makanannya jiwa adalah pengetahuan dan Cinta.

Pengetahuan tentang kehidupan suku wita dan waya terhadap kepemilikan nilai-nilai hidup orang suku wita dan waya, namun maknanya melekat pada jiwa pengetahuan dan cinta terhadap alam okikha, memberi makna kehidupan suku wita dan waya turun temurun.

Jika benci terhadap alam maka alam akan memberi musibah atau bencana pada kehidupan manusia. Bandingkan dimasa lalu hidup antara moyang leluhur suku wita dan waya, menyatu dengan alam dan memiliki elemen-elemen tertentu dan banyak memberi makna-maknanya dalam kehidupan berbudaya adat istiadat dalam dinamika kehidupan umat suku wita dan waya itu.

Kita mengacu pada tujuan tertentu yang lebih baik dan diharapkan untuk menjaga terpeliharanya keadaan sosial,budaya,alam dan sebagainya yang baik demi masadepan suatu suku, yaitu wita dan waya.

 ~   KINI
Okikha mengambil kembali ribuan butiran makna nilai hidup  elemen-elemen yang dicuri oleh manusia kini,karena tidak mampu untuk menjaga dan melindunginya, sedangkan kami masih mencari setiap huruf dari arti daripada nama okikha tersebut.

Hadirnya Dob okikha bukan untuk diperdebatkan lagi, tetapi bagimana berdebat untuk bekerja bersama demi nasib masa depan suku wita dan waya dan kepunyaan nilai-nilai hidupnya adat,budaya hinga kebiasaan tradisionalnya berkebun,pelihara babi,memburu, dan lainya ( wen yawu,wam ena, wene pilamo).

_mawel

PUISI DIBALIK POLITIK, TETESAN AIR MATA ANAK OKIKHA.

Jakarta_03/03/2017

Yang paling kurindukan adalah asap yang seringkali liar dalam kediaman lembah baliem okikha dipagi hari, dan memandangi wajah matahari yang terlilit mendung,  mengingatkan derita yang terbalut oleh keindahan alam lembah okikha suku-wita dan waya dari kejahuan ini.

Menjumpaimu alam okikha adalah membangkitkan benih-benih cahaya, ratusan hari yang telah  gugur moyangku akan tumbuh lebih subur ditanah yang baru Okikha.

Ku duduk dibukit bagarek,kaki gunung wian memandang seluruh lembah,kedengaran kali sompam yang deras bunyinya seakan kutikan gitar yukulele,  betapa indahnya alam tempat bersejarah suku wita dan waya, Padahal aku telah berteriak sepanjang waktu. Ah, mungkin langit telah menghapus kenangan itu, bersama pahlawan pemimpin masa depan okikha suku wita dan waya.

Takkan tergantikan jiwa dan ragamu.
Kepedulian akan bangsa,suku,adat,budaya ini, semua hanyut dalam derasnya ombak pilitik, dimana kader masa depanmu yang engkau titipkan untuk suatu nasib rakyatmu,adatmu,sukumu,dan budayamu  negri okikha. Suku,adat,budaya yang sedang runtuh ini.

Kami mencoba dan mencoba terus mencoba dengan sekutipan katamu yang engkau titipkan dengan memandang negriku adala bagian dari negrimu,negriku adalah bagian dari negrimu, bayangan menghantuhi masa depan suku wita dan waya okikha ini.
Dibalik tangan  hanya terukir namamu,ditiap mimpi menghantui seakan didunia nyata beryumpah, kami takut akan situasi politik yang bergengsi ini.

Saat arena politik dipenuhi orang jahat dan mampu menyingkirkan orang baik dengan mudah, maka tetaplah menjadi orang baik. Mungkin engkau tersingkir dari dunia itu, tapi sikapmu akan membuat ribuan orang baik segera memasuki arena itu dan menjadikannya arena yang baik.

Dendaman politik itu akan selalu ada dan akan ada, Moyang sedang menanti berdiri kokoh ditiang kota jantung lembah baliem wamena, teriknya matahari membakar tubuh dan jiwa raganya, derasnya hujan membasahi jiwa dan raganya,angin kurima dan okikha siang dan malam menghembusnya hinga tubuh tak berdaya lagi.

Selagi moyang ada dan berdiri kokoh kami tak kan pernah menyerah goyang dan mundur, dari kelicikan politik, kemunafikan, politik terhadap suku wita dan waya,adat,budaya yang kian  terhancur ini.
 
#Bapak Pembangunan

By_mawel

EKSISNYA MUDA MUDI OKIKHA DALAM MENYELENGARAKAN HARI PASKA DIKURULU

Jakarta_Jumat 03/03/2017


Sejarah pertama kali maserakat suku wita dan waya, dawi mawel,logo mawel,dan be erapa tidak disebut marga, membangun lapangan terbang disekitaran lapangan yang saat ini muda mudi okikha kelolah dengan baik, disamping pastoran dan susteran jiwika kecamatan kurulu,pertama kali mendarat dipiloti oleh awak pilot  salah satu misionaris katolik singa pertama kali dilapangan yiwika.

Hinga kini terjaga baik dan dikelola baik oleh pemangku agama,adat, dan para muda mudi serta maserakat disekitarnya, setiap tahunan hari hut agama katolik maupun agama tetanga kristen protestan  dan hari-hari besar lainya,dipakai atau difungsikan untuk mengadakan pertandingan persahabatan antara suku wita dan waya.

Dibulan kedua tahun 2017 ini, pertandingan persahabatanpun telah berlangsung,dilapangan pendidikan yiwika, pertandingan dalam rangka penjemputan paska paroki kristus terang dunia Yiwika kecamatan Kurulu, wilayah Daerah otonomi baru Okikha Ibukota Kurulu.  Persaudaraan kesatuan persatuan nasionalisme anak negri okikha mencerminkan suatu ikantan suku wita dan waya yang kuat.

Banyak anak generasi okikha
Hinga saat ini menyebar luas pelosok daerah dan kota, hinga se-indonesia,  tuntutan dari pendidikan itu sendiri, anak putra daerah okikha suku wita dan waya mampu dalam perpendidikan namun keterbatasan tuntutan biaya pendidikan yang begitu menuntut, ekonomi kehidupanpun sangat terbatas minim, maka terciptalah suatu idealisme intelektual yang menganalisa jauh pandangan-pandangan ketertingalan suatu suku wita dan waya, dari sisi pendidikan,ekonomi maupun kesehatan yang begitu menuntut keseharian hidup suku wita dan waya okikha.

Maka terbentuklah ide gagasan anak intelektual okikha mengobrak abrik dipemerintahan pusat,untuk membentuk salah satu  DOB, yang sekarang ini disebut daerah otonomi baru okikha ibukota kurulu. Disamping menjalankan kepercayaan maserakat okikha enam distrik,munculah sala
satu ikatan humpunan pemuda pelajar mahasiswa enam distrik sukupun terbentuk,idealisme yang haus akan kesatuan persatuan anak negri okikha suku wita dan waya tersebut, hinga saat ini didalam naungan himpunan tersebut ( HPPM Okikha ), hinga kesatua persatuan menciptakan kegiatan-kegiatan yang saat ini diselengarakan penjemputan hari kristen katolik “paska” diwilayah daearah otonomi baru okikha ibukota kurulu.

JAWABAN KINI UNTUK HARI MASA DEPAN SUKU WITA DAN WAYA.  ( DOB.OKIKHA IBUKOTAKURULU )

​Jakarta_29/2/2017

:Mawel wian Ap

Kebersamaan kami membangun identitas anak adat budaya okikha, kesatuan persatuan kami mengejar cita-cita demi masa depan negri Dob okikha ibukota kurulu, dan anak,cucu, generasi yang akan datang, kami menjadi alat dalam pengerak roda pembangunan daerah otonomi baru okikha.

Kepedulian kami terhadap lingkungan tempat kita merai kehidupan penghidupan alam okikha dan serta harta martabat suku wita dan waya,( Adat serta isinya dan budaya )menjadi keprihatinan utama anak generasi okikha.

pandangan yang menyatakan bahwa manusia dapat memahami dunia serta keseluruhan realita dengan menggunakan pengalaman dan nilai-nilai kemanusiaan suku wita dan waya adat,budaya,serta keyakinan yang ada bersama. Kita bisa hidup baik tanpa agama sekalipun ( Humanisme ).  Karna agama telah diluan dipahami oleh yang menganut adat suku wita dan waya para moyang, sebenarnya tidaka beda jauhpula, hanya aturan,aturan yang dapat membedakan, aturanpun dibuat oleh manusia itu sendiri.

 jawaban kini untuk hari Masa depan suatu bangsa suku wita dan waya, hari ini kita dirikan  jembatan masa depan suku wita dan waya demi perlindungan suku,adat istiadat,dan budaya, dari ancaman dunia luar dan global, mengapa kita mendirikan sebuah tembok perlindungan, karena kita telah melihat masa depan itu sendiri akan runtuh seketika kita tak dapat bertindak maka semua akan punah dan hilang,dan kitalah anak suku wita dan waya tembok perlindungan  akar dasar kehidupan suku wita dan waya itu sendiri ,alam, adat, dan seluk beluk yang ada dihonai, identitas jati diri suku wita dan waya yaitu budaya, maha pencipta allah nupu,allah nopa.

Semakin kian kemari dan diikuti oleh perkembangan sekarang dinamika saat ini, perlahan terjadi dalam kehidupan manusia suku wita dan waya, hilangnya identitas manusia yang terlahir dari kesukuan wita dan waya yang ada, budaya semakin hilang dan dicuri oleh budaya dunia luar/barat, artinya kita telah menghianati dan gengsi terhadap identitas atribut budaya suku wita dan waya itu,yang sekarang kita terapkan dalam keseharian kehidupan kadang bukan budaya kita yang kita dapat memakai dalam pentas budaya suku wita dan waya, dan kitapula sudah telanjangi akar hidup  suku wita dan waya “adat” oleh dunia luar yang tak mengenal apa adat itu sendiri, dan disekeliling kehidupan suku wita dan waya itu sendiri.

Mengapa dan kenapa kita sudah telah telanjangi “adat maha adat” hal yang perlu kita ketahui bersama.  Dahulu para moyang tidak pernah melakukan apa yang dilakukan anak generasih sekarang ini :

  • diskusi terkait budaya adat hinga kedalamnya dengan beda alam dimana kita berada,dan siapa yang kita bersama diskusikan dan hadapi, tentang seluk beluk yang disimpan  dan dijaga baik dan dirahasiakan.
  • Yang berikut:  kita sendiri pula,membawa orang asing kedalam tempat dimana suku wita dan waya berkumpul dan berbicara( wene )dan memperlihatkan seluk beluk apa yang ada dalam honai dan dia keingin tahuan akan membujuk suku wita dan waya untuk membongkar hal-hal yang tidak harus diberitahukan.  Perlahan orang asing akan mencatat semuanya yang ada dalam honai tersebut.
  • Yang berikut: kita telah mengetahui dan terlahir anak budaya,anak honai,anak adat tetapi kadang kala kita seakan didak mengenal budaya dan adat itu sendiri, tindakan kehidupan keseharian kita sangat disanyangkan, yang menjadi dalam keinginan daging hawa nafsu,seksisme antar rasis suku wita dan waya, mana yang harus kita berhubungan intim dan mana yang tidak harus berhubungan intim.  Walaupun beda marga klen/suku tetapi disitu kita ada kaitan turunan yaitu:  moyang,kakek,om,anak,(Upu,opa,heak,hami,wusameke sekalipun ap wita dan waya itu sendiri ada kaitannya).                                               

 Mohon maaf dibatasi kedalamnya menyangkut hal yang tidak dapat harus diungkapkan untuk dirilis dalam kutipan-kutipan selanjutnya,hanya dicantumkan dalam rilisan ini lebih pada kesadaran anak suku wita dan waya yang berpegang pada nilai adat,budaya ( tipe populis ).

Mari kita bekerja satu untuk semua semua untuk satu DOB.OKIKHA IBUKOTAKURULU.

REVOLUSI PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN HINGA POLITIK OKIKHA. (History)

Jakarta_28/2/2017.

Mawel wian Ap.

Revolusi  perubahan sosial dan kebudayaan hinga politik intelektual okikha yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat, di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan artinya emosional akan kondisi masnyarakat wita dan waya pada umumnya lembah. Terbangunya ide (Swadaya)masnyarakat okikha membuktikan bahawa kesatuan persatuan nasionalisme masnyarakat okikha terbukti dan mencerminkan nilai sosialisme suku wita dan waya okikha,terbawa dari moyang suku wita dan waya okikha dahulu.  sosialisme dan ideologi anak okikha suatu usaha untuk mengatur masyarakat secara kolektif, Artinya semua individu harus berusaha memperoleh layanan yang layak demi terciptanya suatu kebahagiaan bersama dan melindungi kepunyaan suku wita dan waya, yaitu adat istiadat,budaya,alam tempat berkumpulnya suatu bangsa yaitu kikha itu sendiri dan seluk beluknya yang dimiliki oleh suku wita dan waya.
Karakteristik anak bangsa okikha terbawah oleh histori, dituangkan kedalam materialisme   yang dapat dilihat secara indrawi perang dingin dalam sistim politik,hinga sistem  pemerintahan moderen diterapkan/ tindakan secara dialektika paham dari histori itu sendiri.

Dalam pandangan ini, bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan mereka, tetapi keadaan sistem sosial politik hinga ekonomi mereka yang menentukan kesadaran  suku wita dan waya, dan perlu kita mengetahui mendalam dari apa yang telah membuat suatu jembatan penghubung masa depan suku wita dan waya okikha itu sendiri.

Primordialisme anak bangsa okikha  sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya, maka perlu kita melindungi lingkungan dimana kita dilahirkan oleh sejarah( history) anak honai (pilamo kanekela)

ATAS NAMA MOYANGKU #
  

ETOREK  WAMENA, WIUK WEAK,WIUK HALIGIN,WIUK TIRISEK,WAMENA ISIMULUK. KUR ILU.

 Kami titip pesan kepada pemilik dan pencintah okikha dari generasi kegenerasi, bangunlah kabupaten Okikha wilayah Ibukota Kurulu dari zaman kezaman dengan memandang negriku adalah bagian dari negrimu, kasihku adalah bagian dari kasihmu.